Cari di blog

Contoh soal UN Fisika SMA Dan pembahasannya

1. Topik: Besaran dan Pengukuran
 Perhatikan alat pengukuran jangka sorong berikut!
Latihan Soal UN Fisika SMA
Hasil pengukuran dari jangka sorong tersebut adalah ... mm
  1. 40,4
  2. 41,4
  3. 41,6
  4. 41,7
  5. 42,5
Jawaban: D
Pembahasan:
Cara membaca jangka sorong adalah dengan menjumlahkan Skala Utama dan Skala Nonius dari mikrometer.
Latihan Soal UN Fisika SMA

2. Gerak Melingkar
Benda bermassa 2 kg bergerak secara beraturan dalam lintasan melingkar berjari-jari 0,5 m dengan kecepatan 4 m/s. Perhatikan pernyataan berikut.
1) Gaya sentripetalnya 64 N
2) Percepatan sentripetalnya 32 m/s2
3) Kecepatan sudutnya 8 rad/s
Pernyataan yang benar terkait kasus diatas adalah....
  1. 1), 2), dan 3)
  2. 1) dan 2)
  3. 1) dan 3)
  4. 2) dan 3)
  5. 3) saja
Jawaban: A
Pembahasan:
Latihan Soal UN Fisika SMA
 - percepatan sentripetal merupakan percepatan yang mengarah ke pusat lintasan gerak melingkar, besarnya dinyatakan
Latihan Soal UN Fisika SMA
 - gaya sentripetal merupakan gaya yang mengarah ke pusat lintasan benda yang bergerak melingkar, besarnya dinyatakan
Latihan Soal UN Fisika SMA
 - kecepatan sudut
     Latihan Soal UN Fisika SMA
Jadi, ketiga pernyataan tersebut bernilai benar.

3. Fluida Dinamis
Sayap pesawat terbang dirancang agar memiliki gaya ke atas dengan maksimal seperti gambar dibawah.
Latihan Soal UN Fisika SMA
Jika kecepatan aliran udara ( v ) dan tekanan udara ( ), maka rancangan sayap yang harus dibuat adalah....
Latihan Soal UN Fisika SMA
Jawaban: B
Pembahasan:
Pada pesawat terbang, saat hendak mengudara tekanan udara di bagian bawah sayap pesawat harus lebih besar daripada di bagian atas (PB >PA) agar timbul gaya angkat pesawat. Berdasarkan asas Bernoulli, tekanan berbanding terbalik dengan kecepatan fluida sehingga jika P< PB maka v> vB dan sebaliknya.

4. Usaha dan Energi
Bola bermassa 800 gram dilempar vertikal ke atas dari permukaan tanah dengan kecepatan awal 5 m/s, jika g=10 m/s2, maka usaha yang dilakukan gaya berat bola pada saat mencapai tinggi maksimum adalah ... J.
  1. 5
  2. 10
  3. 15
  4. 20
  5. 25
Jawaban: C
Pembahasan:
Usaha dapat didefiniskan sebagai perubahan energi kinetik yang dimiliki benda. Usaha yang dilakukan bola saat mencapai tinggi maksimum dapat dicari dengan:
Latihan Soal UN Fisika SMA
*tanda negatif menunjukkan bahwa usaha oleh gaya berat benda berlawanan dengan arah gerak benda.

5. Gelombang
Persamaan suatu simpangan gelombang berjalan adalah sebagai berikut:
Latihan Soal UN Fisika SMA
Jika dan y dalam meter serta t dalam sekon, maka cepat rambat gelombang simpangan tersebut adalah ... m/s.
  1. 2
  2. 4
  3. 8
  4. 16
  5. 32
Jawaban: B
Pembahasan:
Dari persamaan gelombang diatas,
Latihan Soal UN Fisika SMASehingga diperoleh
Latihan Soal UN Fisika SMA
cepat rambat gelombang 4 m/s.

6. Kalor
Sebuah logam bermassa 1 kg yang sedang ditempa memiliki suhu 826 0C. Logam tersebut dicelupkan ke dalam 2 kg air bersuhu 20 0C. Jika kalor jenis air 4200 J/kg0C dan kalor jenis logam 700 J/kg0C, suhu saat terjadi kesetimbangan adalah ....
  1. 64 0C
  2. 72 0C
  3. 78 0C
  4. 82 0C
  5. 86 0C
Jawaban: D
Pembahasan:
Dari kasus kesetimbangan termal tersebut, diketahui
Latihan Soal UN Fisika SMA
Maka kesetimbangan termal yang terjadi pada logam dengan air adalah
Latihan Soal UN Fisika SMA

7. Teori Kinetik Gas
Suatu sistem mengalami proses isobarik. Maka pernyataan berikut yang sesuai dengan sistem tersebut adalah....
  1. proses berlangsung pada volume konstan
  2. energi dalam sistem bernilai nol
  3. tidak ada kalor yang masuk dan keluar dari sistem
  4. sistem memiliki energi dalam yang konstan
  5. sistem memiliki tekanan yang konstan
 Jawaban: E
Pembahasan:
Proses isobarik merupakan proses termodinamika yang terjadi pada keadaan tekanan konstan. Jadi, jawaban yang tepat adalah opsi E.

8. Bunyi
Taraf intensitas satu ekor lebah yang berdengung adalah 10 dB. Jika bunyi dengung masing-masing lebah dianggap identik dan intensitas ambang pendengaran manusia 10-12W/m2 maka intensitas bunyi dengung 1.000 lebah adalah ... W/m2.
  1. 10-8
  2. 10-7
  3. 10-6
  4. 10-5
  5. 10-4
Jawaban: D
Pembahasan:
Taraf intensitas yang terjadi pada bunyi dengung seribu lebah adalah
Latihan Soal UN Fisika SMA
Maka intensitas bunyi dengung 1.000 lebah tersebut adalah
Latihan Soal UN Fisika SMA

9. Listrik Dinamis
Perhatikan rangkaian berikut.
Latihan Soal UN Fisika SMA
Arus listrik yang mengalir pada resistor 3 Ω tersebut adalah ... A.
  1. 1,10
  2. 1,15
  3. 1,20
  4. 1,25
  5. 1,30
Jawaban: B
Pembahasan:
Dua buah sumber tegangan disusun paralel. Maka GGL total dari sumber energi akan sama yaitu E = 4 V.
Sedangkan hambatan menjadi
Latihan Soal UN Fisika SMA
Maka hambatan totalnya,
 Latihan Soal UN Fisika SMA
Kita ketahui bahwa arus adalah,
Latihan Soal UN Fisika SMA

10. Fisika Inti
Inti atom yang terbentuk memenuhi reaksi fusi berikut
Latihan Soal UN Fisika SMA
Jika diketahui :
Latihan Soal UN Fisika SMA
Nilai E (energi yang dihasilkan) pada reaksi fusi tersebut adalah ... MeV.
  1. 0,44
  2. 0,88
  3. 0,98
  4. 1,02
  5. 1,47
Jawaban: B
Pembahasan:
Reaksi fusi (penggabungan) yang terjadi pada inti atom adalah
Latihan Soal UN Fisika SMADengan 
Latihan Soal UN Fisika SMA
Maka energi yang dihasilkan E dalam reaksi fusi inti atom tersebut adalah
Latihan Soal UN Fisika SMA

Sejarah Lengkap Pemberontakan DI/TII di Indonesia | jawa barat, jawa tengah, Sulawesi selatan, Kalimantan selatan, aceh

Sejarah Lengkap Pemberontakan DI/TII di Indonesia

Pemberontakan DI/TII di Jawa Barat (7 Augustus 1949)
Pemberontakan DI/TII muncul pertama kali di Jawa Barat di bawah pimpinan Sekarmaji Marijan Kartosuwiryo.

Pada tanggal 7 Agustus 1949, di Tasikmalaya ia memproklamasikan berdirinya "Negara Islam Indonesia".

Untuk menumpas pemberontakan DI/TII di Jawa Barat dilancarkan operasi Baratayudha dengan taktik pagar betis.

Pada tanggal 4 Juni 1962, Kartosuwiryo berhasil di tangkap di Gunung Geber di daerah Majalaya, Jawa Barat oleh pasukan Siliwangi, Kartosuwiryo akhirnya dihukum mati pada tanggal 16 Agustus 1962.

Pemberontakan DI/TII di Jawa Tengah (4 Desember 1951)


Pemberontakan DI/TII di Jawa Tengah di bawah pimpinan Amir Fatah bergerak di daerah Brebes, Tegal, dan Pekalongan.

Setelah bergabung dengan Kartosuwiryo, Amir Fatah kemudian diangkat sebagai "Komandan Pertempuran Jawa Tengah" dengan pangkat "Mayor Jenderal Islam Indonesia".

Untuk menghancurkan gerombolan DI/TII ini pada bulan Januari 1950 dibentuk suatu Komando Operasi yang dinamakan Gerakan Banteng Negara (GBN).

Kekuatan DI/TII di daerah GBN semula sudah hampir dapat dipatahkan, namun menjadi kuat lagi setelah bergabungnya sia-sia AUI, Batalyon 426, dan MMC.

Untuk menumpas gerakan DI/TII di daerah GBN dilancarkan operasi yang dilakukan oleh pasukan khusus dengan nama Banteng Raiders.

Pemberontakan DI/TII di Kalimantan Selatan (10 Oktober 1950)


Pemberontakan DI/TII di Kalimantan Selatan dipimpin oleh Ibnu Hajar alias Haderi bin Umar alias Angli.

Dengan pasukannya yang dinamakan Kesatuan Rakyat Yang Tertindas (KRYT), Ibnu Hajar mulai bulan Oktober 1950 melakukan tindakan-tindakan pengacauan dengan menyerang pos-pos keamanan tentara di Kalimantan Selatan.

Pemerintah masih memberi kesempatan pada Ibnu Hajar secara baik-baik untuk menghentikan petualangannya.

Ia pernah menyerahkan diri dengan kekuatan pasukan beberapa peleton dan diterima kembali ke dalam Angkatan Perang Republik Indonesia, tetapi setelah menerima perlengkapan Ibnu Hajar melarikan diri lagi melanjutkan pemberontakannya.

Perubahan tersebut dilakukan beberapa kali, akhirnya pemerintah mengambil tindakan tegas menggempur gerakan Ibnu Hajar.

Pada akhirnya pada akhir tahun 1959, pasukan pemberontak Ibnu Hajar berhasil dihancurkan dan Ibnu hajar sendiri dapat ditangkap.

Pemberontakan DI/TII di Sulawesi Selatan (17 Agustus 1951)


Pemberontakan DI/TII di Sulawesi Selatan dipimpin oleh Kahar Muzakar, yang selama perjuangan kemerdekaan berjuang di Pulau Jawa.

Sekembalinya di Sulawesi Selatan, Kahar Muzakar berhasil menghimpun dan memimpin laskar-laskar gerilya yang kemudian bergabung dalam Komando Gerilya Sulawesi Selatan (KGSS).

Pada tanggal 30 April 1950 Kahar Muzakar mengirim surat kepada pemerintah dan pimpinan APRIS yang antara lain menuntut agar semua KGSS dimasukkan ke dalam APRIS dengan nama Brigade Hasanuddin.

Tuntutan ini tidak sepenuhnya dikabulkan, yang dapat diterima jadi anggota APRIS hanyalah yang lulus dalam penyaringan.

Pemerintah mengambil kebijaksanaan dengan menyalurkan bekas-bekas gerilyawan ke dalam Korps Cadangan Nasional.

Pendekatan yang dilakukan pemerintah terhadap Ibnu Hazar menerima kegagalan.

Untuk menumpas pemberontakan DI/TII di Kalimantan Selatan ini, pemerintah melakukan serangkaian operasi militer.

Dalam operasi tanggal 3 Februari 1965 yang dilakukan oleh pasukan TNI, Kahar Muzakar berhasil ditembak mati.

Pemberontakan DI/TII di Aceh (21 September 1953)


Pemberontakan DI/TII di Aceh dipimpin oleh Daud Beureueh. Latar belakangnya adalah rasa kekhawatiran akan hilangnya kedudukan dan perasaan kecewa karena diturunkannya kedudukan Aceh dari daerah istimewa menjadi karesidenan di bawah Provinsi Sumatra Utara yang ditetapkan pemerintah tahun 1950.

Pada tanggal 21 September 1953 Daud Beureueh mengeluarkan maklumat yang menyatakan bahwa Aceh merupakan bagian "Negara Islam Indonesia" pimpinan Kartosuwiryo.

Daud Beureueh sebagai tokoh utama dan bekas Gubernur Militer Daerah Istimewa Aceh mudah untuk mencari pengikut, maka setelah pernyataan maklumat tersebut segera diadakan gerakan serentak untuk menguasai kota-kota yang ada di Aceh.

Penyelesaian akhir untuk menghadapi DI/TII di Aceh dilakukan dengan cara musyawarah yang disebut Musyawarah Kerukunan Rakyat Aceh yang berlangsung pada tanggal 17-28 Desember 1962 atas prakarsa Pangdam I Kolonel M. Jasin.

Dengan kembalinya Daud Beureueh ke masyarakat, keamanan di daerah Aceh pulih kembali.

Nah itu lah Sejarah tentang Pemberontakan DI/TII yang pernah terjadi di Indonesia, semoga pembahasan ini bisa menambah wawasan dan membantu teman-teman untuk memudahkan pembelajaran.

Pengertian Sanitasi ++

Sanitasi adalah perilaku disengaja dalam pembudayaan hidup bersih dengan maksud mencegah manusia bersentuhan langsung dengan kotoran dan bahan buangan berbahaya lainnya dengan harapan usaha ini akan menjaga dan meningkatkan kesehatan manusia.
Bahaya bisa terjadi secara fisik, mikrobiologi dan agen-agen kimia atau biologis dari penyakit terkait. Bahan buangan yang dapat menyebabkan masalah kesehatan terdiri dari tinja manusia atau binatang, sisa bahan buangan padat, air bahan buangan domestik (cucian, air seni, bahan buangan mandi atau cucian), bahan buangan industri dan bahan buangan pertanian. Cara pencegahan bersih dapat dilakukan dengan menggunakan solusi teknis (contohnya perawatan cucian dan sisa cairan buangan), teknologi sederhana (contohnya kakus, tangki septik), atau praktik kebersihan pribadi (contohnya membasuh tangan dengan sabun).
Definisi laim dari senitasi adalah upaya untuk menjamin kondisi memenuhi persyaratan kesehatan masyarakat, definisi lainnya memutuskan mata rantai kuman dari sumber penularannya dan pengendalian dari lingkungan.
Hubungan sanitasi dengan air:
·         Kesehatan: Semua penyakit yang berhubungan dengan air sebenarnya berkaitan dengan pengumpulan dan pembuangan limbah manusia yang tidak benar. Memperbaiki yang satu tanpa memperhatikan yang lainnya sangatlah tidak efektif.
·         Penggunaan toilet: Toilet siram desain lama membutuhkan 19 liter air dan bisa memakan hingga 40% dari penggunaan air untuk kebutuhan rumah tangga. Dengan jumlah penggunaan 190 liter air per kepala per hari, mengganti toilet ini dengan unit baru yang menggunakan hanya 0,7 liter per siraman bisa menghemat 25% dari penggunaan air untuk rumah tangga tanpa mengorbankan kenyamanan dan kesehatan. Sebaliknya, memasang unit penyiraman yang memakai 19 liter air di sebuah rumah tanpa WC bisa meningkatkan pemakaian air hingga 70%. Jelas, hal ini tidak diharapkan di daerah yang penyediaan airnya tidak mencukupi, dan hal tersebut juga bisa menambah jumlah limbah yang akhirnya harus dibuang dengan benar.
·         Biaya dan pemulihan biaya:
o   Biaya pengumpulan, pengolahan dan pembuangan limbah meningkat dengan cepat begitu konsumsi meningkat.
o   Penggunaan ulang air.
Indikator outcome yaitu menurunnya kejadian penyakit diare dan penyakit berbasis lingkungan lainnya yang berkaitan dengan sanitasi dan perilaku. Sedangkan indicator output-nya yaitu:
ü  Setiap individu dan komunitas mempunyai akses terhadap sarana sanitasi dasar sehingga dapat mewujudkan komunitas yang bebas dari buang air di sembarang tempat (ODF).
ü  Setiap rumahtangga telah menerapkan pengelolaan air minum dan makanan yang aman di rumah tangga.
ü  Setiap rumah tangga dan sarana pelayanan umum dalam suatu komunitas (seperti sekolah, kantor, rumah makan, puskesmas, pasar, terminal) tersedia fasilitas cuci tangan (air, sabun, sarana cuci tangan), sehingga semua orang mencuci tangan dengan benar.
ü  Setiap rumah tangga mengelola limbahnya dengan benar.
ü  Setiap rumah tangga mengelola sampahnya dengan benar.

Proses Pembuatan Aluminium

PEMBUATAN ALUMINIUM
Aluminium terutama diproduksi untuk pembuatan alloy yang ringan. Di USA saja aluminium diproduksi lebih dari 1 juta ton per tahunnya. Pengolahan logam aluminium dibagi menjadi 2 tahap, yaitu tahap pemurnian dan tahap elektrolisis. Pengolahan ini dinamakan proses Hall,sesuai dengan nama penemunya yaituCharles Martin Hall (1863-1914).
Secara rinci proses pengolahan aluminium dijelaskan sebagai berikut:
1.    Tahap Pemurnian
Aluminium diproduksi dari bauksit yang mengandung pengotor Fe2O3. Pengotor ini harus dihilangkan dengan cara melarutkan bauksit tersebut dalam NaOH(aq). Besi oksida (Fe2O3) yang bersifat basa tidak larut dalam larutan NaOH, perhatikan reaksi berikut:
Al2O3(s) + 2OH-(aq) + H2O à 2[Al(OH)4]-(aq)
Atau
Al2O3(s)+ 2NaOH(aq) + 3H2O(ℓ) à 2NaAl(OH)4 (aq)
Pengotor dipisahkan dengan penyaringan. Selanjutnya, aluminium diendapan dari filtrat dengan mengalirkan gas CO2 dan pengenceran.
2NaAl(OH)4(aq) + CO2(g) à 2Al(OH)3(s)+ Na2CO3(aq) + H2O(ℓ)
Atau
2NaAl(OH)4-(aq) + CO2(g) à 2Al(OH)3(s)+ CO32-(aq) + H2O(ℓ)
Endapan A1(OH)3 disaring, dikeringkan lalu dipanaskan sehingga diperoleh A12O3murni (alumina).
2A1(OH)3(s)+ A12O3(s)à A12O3(s)+ 3H2O(g)
2.    Ttahap Elektrolisis
Selanjutnya pada tahap kedua, reduksi A!2O3 dilakukan melalui elektrolisis menurut proses Hall Heroult. Metode elektrolisis itu ditemukan secara terpisah tetapi hampir bersamaan pada tahun 1886 oleh dua orang peneliti muda, yaitu Charles M. Hall di Amerika Serikat dan Paul Deroun di Perancis. Kita ingat bahwa Al2O3mempunyai titik leleh yang sangat tinggi, yaitu lebih dari 2000oC. Oleh karena itu elektrolisis lelehan Al2O3 murni tidak ekonomis. Dalam proses Hall Heroult, Al2O3dilarutkan dalam lelehan kriolit (Na3AlF6) dalam bejana dari baja berlapis grafit yang sekaligus berfungsi sebagai katode. Dengan cara itu elektrolisis dapat dilangsungkan pada suhu 950oC. Sebagai anode digunakan batang grafit. Elektrolisis menghasilkan aluminium di katode, sedangkan di anode terbentuk gas oksigen dan karbon dioksida. Sebenarnya reaksi elektrolisis ini berlangsung rumit dan belum sepenuhnya dipahami, tetapi dengan mengacu pada hasil akhirnya dapat dituliskan sebagai berikut:
Al2O3(ℓ) à 2A13+(ℓ) + 3O2-(ℓ)
Selain Hall, ada juga Proses Bayer, yang dikembangkan oleh Karl Josef Bayer, seorang ahli kimia berkebangsaan Jerman. Proses ini biasanya digunakan untuk memperoleh alumunium murni. Bauksit halus yang kering dimasukan kedalam pencampur, diolah dengan soda api (NaOH) dibawah pengaruh tekanan dan pada suhu dibawah atas titik didih. NaOH bereaksi dengan bauksit menghasilkan aluminat natrium yang larut.
Setelah proses selesai, tekanan dikurangi dan ampas yang terdiri dari oksida besi yang tak larut, silikon, titanium dan kotoran lainya ditekan melalui saringan dan dikesampingkan. Cairan yang mengandung alumina dalam bentuk aluminat natrium dipompa ke dalam tangki pengendapan, kemudian dibubuhkan Kristal hiroksida alumunium terpisah dari larutan. Hiroksida alumunium kemudian disaring dan dipanaskan sampai mencapai suhu 980oC. Alumina siap dilebur.
Logam alumunium dihasilkan melalui proses elektrolisa dimana alumina berubah menjadi oksigen dan alumunium. Alumina murni dilarutkan ke dalam eriolit cair (natrium alumunium flourida) dalam dapur elektrolit. Arus listrik dialirkan dalam campuran melalui elektrodakarbon. Pada saat tertentu, alumunium disadap dari sel dan logam cair tersebut dipindahkan ke dapur penampung untuk dimurnikan atau untuk keperluan paduan, setelah itu dituang ke dalam ingot untuk diolah lebih lanjut.
Cara Memperoleh
        Pada tahun 1825, Oersted. Memperoleh aluminium murni dengan cara mereduksi aluminium klorida dengan kalium-merkurium.
AlCl3(s) + 3K(Hg)x(l)  3 KCl(s) + Al(Hg)3x(l)
Kemudian dengan distilasi, merkurium dapat dihilangkan dan akhirnya diperoleh logam aluminium. Pada tahun 1854, Henri Sainte dan Claire Deville membuat aluminium dari natrium aluminium klorida dengan cara memanaskannya dengan logam natrium.
Padatahun 1886, Charles Hall mulai memproduksi aluminium dengan proses skala besar seperti sekarang, yaitu melalui elektrolisis alumina di dalam kriolit lebur. Pada tahun itu pula Paul Herault mendapat paten Perancis untuk proses serupa dengan proses Hall. Pada tahun 1980, produksi dunia dengan proses ini mencapai 107 ton. Pada proses ini aluminium diperoleh dengan cara katalis aluminium oksida yang dilarutkan dalam leburan kriolit (Na3AlF6).
Bahan baku bauksit, masih merupakan campuran aluminium oksida, besi(III) oksida dan silika.  Jadi ada dua tahap dalam produksi aluminium yaitu reaksi pemurnian untuk memperoleh alumina murni dan tahap elektrolisis.
a.  Reaksi Pemurnian:
Al2O3(s) + 2 OH-(aq) + 3 H2O(l)  2[Al(OH)4]-(aq)
SiO2 + 2 OH-(aq) SiO32-(aq) + H2O(l)
2[Al(OH)4]-(aq) + CO2  2 Al(OH)3(s) + CO32-(aq)
2 Al(OH)3(s)  Al2O3 + 3H2O
b. Elektrolisis dibuat dari baja, yang dilapisi grafit. Grafit ini berfungsi sebagai katoda. Anoda             dibuat dari karbon.
Katoda: AlF4- + 3e Al + 4F-
Anoda: 2 AlOF54- + C  CO2 + AlF63- + AlF4- + 4 e-
Secara sederhana, reaksi pada elektroda dapat dituliskan sebagai berikut,
Katoda: 2 Al3+ + 6 e-  2 Al
Anoda: 3O2-  1O2 + 6 e-
Oksigen yang terbentuk pada suhu operasi dapat mengoksidasi anoda.
Reaksi secara keseluruhan dapat ditulis sebagai berikut:
2Al2O3(dalamKriolit) + 3 C(s)  4 Al(l) + 3 CO2(g)
Bayer Siklus Proses Bayer adalah satu siklusdan sering disebut Bayer siklus. Ini melibatkan empat langkah: Digestion (pencernaan), Clarification (klarifikasi), Precipitation (pengendapan), danCalcination (kalsinasi).
 Digestion (Pencernaan).
Pada langkah pertama, bauksit adalah tanah, slurried dengan larutan soda kostik (natriumhidroksida), dan dipompa ke tank tekanan besar disebut digester, dikontrol mengalami panas uap 175 °C dan tekanan. natrium hidroksidabereaksi dengan mineral alumina bauksit untuk membentuk solusi jenuh natrium aluminat; pengotor tak larut, disebut lumpur merah (RM) , tetap dalam suspensi dan dipisahkan pada langkah klarifikasi. Proses Bayer menurut persamaankimia :
PersamaanReaksi: Al2O3 + 2OH-+ 3H2O[Al(OH)­4]-AtauAl2O3(s) + 2NaOH (aq) + 3H2O(l)2NaAl(OH)4 (aq)
 Clarification (klarifikasi).
Pengotor tak larut yang disebut lumpur merah /Red Mud (RM) , tetap dalam suspensi dan dipisahkan dengan menyaring dari kotoran padat, selanjutnya didinginkan di exchangers panas, untuk meningkatkan derajat jenuh dari alumina terlarut, dan dipompa menuju tempat yang lebih tinggiyaitu presipitator silolike untuk prosesPrecipitation (pengendapan)
  Precipitation (pengendapan).
Selanjutnya aluminium diendapkan dari filtratnya dengan cara mengalirkan gas CO2 dan pengenceran. 2NaAl(OH)3 (aq) +CO2 (g)2Al(OH)3 (s) + Na2CO3 (aq)+ H2O (l) Campuran dari kotoran padat disebut lumpur merah, dan menyajikan masalah pembuangan. Selanjutnya, solusi hidroksida didinginkan, dan aluminium hidroksida dilarutkan presipitat sebagai putih solid halus.
 Calcination (kalsinasi).
Kemudian dipanaskan sampai 1050 °C (dikalsinasi), aluminium hidroksida terurai menjadi alumina, memancarkan uap air dalam proses:2Al(OH)3 (s)Al2O3 (s) + 3H2O (g) Dan dihasilkan aluminium oksida murni (Al2O3) yang selanjutnyamenujuprosespeleburan dengan proses Hall-Héroult untuk menghasilkan material aluminium.